tiba-tiba malam, tanpa senja. tidak ada langit yang terbakar, tidak ada..
setahun yang lalu aku memberikan sebuah buku 'sepotong senja untuk pacarku' untukku, atas namaku. hari ini aku tidak memberikan apapun...hanya membiarkan sesuatu yang selalu bersamaku terlepas.... selamat jalan, kali ini pun atas namaku! aku tidak ingin membebani ragaku yang kian menua. semoga menjadi baik,
Jumat, 25 Juli 2008
Rabu, 23 Juli 2008
perempuan itu bernama candi
perempuan yang sederhana, kutemui dalam sebuah perjalanan lubang dari separuh langit.
aku menangkap kekuatan, ketegaran, keangkuhan, kokoh sekaligus keanggunan seorang perempuan, dalam setiap tutur laku. berkarakter!.
perempuan itu bernama candi...
aku menangkap kekuatan, ketegaran, keangkuhan, kokoh sekaligus keanggunan seorang perempuan, dalam setiap tutur laku. berkarakter!.
perempuan itu bernama candi...
akhirnya,
akhirnya selesai juga saat-saat melelahkan..kertas-kertas terserak, angka-angka, huruf-huruf, deadline tidak lagi memenuhi ruangku. menyenangkan..
semoga aku tidak salah membuat keputusan.
semoga aku tidak salah membuat keputusan.
Selasa, 08 Juli 2008
tentang mimpi
semalam aku bermimpi bersama gepeng berjalan menujumu, tapi kemudian gepeng menghilang begitu saja. entah kenapa, tiba-tiba aku marah padamu, sangat marah malah... aku berkemas dengan ragu.semacam ketidakrelaan mengelayutiku. kudengar kau berkata lirih 'aku pernah menginginkan ini'..
sebelum pada akhirnya aku menyerah,
tulisan yang kubuat tahun ini, dan kutemukan di antara buku grafitiku dalam sebuah perjalanan.
dan aku rindu gepeng, pun padamu.
mataku penuh, melihat wajah-wajah kawan lama di dunia maya. rinduku pada kalian semua,
sebelum pada akhirnya aku menyerah,
tulisan yang kubuat tahun ini, dan kutemukan di antara buku grafitiku dalam sebuah perjalanan.
dan aku rindu gepeng, pun padamu.
mataku penuh, melihat wajah-wajah kawan lama di dunia maya. rinduku pada kalian semua,
Selasa, 24 Juni 2008
sesuatu telah terbelah di senja itu
bagaimana mungkin, hatiku patah..sedang bentuknya saja sudah kulupa...
kenyataannya hatiku patah, terbelah dua bagian tak sama. berdarah..hitam mengental membasahi baju putihku. coba kusentuh...ihhh merah hitam lekat ditelapak tangan. aduhh!!..kurasa sedikit perih di tepi belahan tak sempurna, disudut.. ditengah juga. argghh..seluruh hatiku sakit. beruntung tanganku tidak sakit, kakiku tidak sakit, bibirku tersenyum, pipiku bersemu merah, mataku berbinar. kuletakkan hatiku di sebuah piring bergambar daun kering, kuletakkan tepat dipusat piring, tidak kurang tidak lebih. sengaja kusiapkan untukmu, untukmu yang berjanji singgah di ujung senja. sepiring hati terbelah, kupetik sendiri dari pohon tubuhku dan segelas lemon tea hangat, disebuah meja panjang teras rumahku, dekat pagar besi yang angkuh.
aku menunggumu, disini.. di sebaris kursi dan meja panjang yang agak miring, tapi masih cukup kuat untuk kita berdua. semoga kau suka. aku ingin membuatmu selalu mengenang pertemuan senja ini, sebongkah hati terbelah dan segarnya lemon tea hangat berbias jingga langit.
senja kian menua, sebentar lagi gelap. kau belum datang. aku panik, lemon tea itu mulai mendingin,padahal aku tau kau sangat menyukai lemon tea hangat, bukan panas bukan dingin.
samar kudengar tapak kaki mendekat, kau sudah datang rupanya...duduk perlahan disampingku. belum sampai ku tawarkan sepiring hati terbelah dan segelas lemon tea , kau berkata ' hatiku pun telah terserak di sepanjang jalan' lalu kau beranjak, meninggalkan kursi,meninggalkan aku meninggalkan sepiring hati terbelah dan segelas lemon tea yang mulai dingin.
kenyataannya hatiku patah, terbelah dua bagian tak sama. berdarah..hitam mengental membasahi baju putihku. coba kusentuh...ihhh merah hitam lekat ditelapak tangan. aduhh!!..kurasa sedikit perih di tepi belahan tak sempurna, disudut.. ditengah juga. argghh..seluruh hatiku sakit. beruntung tanganku tidak sakit, kakiku tidak sakit, bibirku tersenyum, pipiku bersemu merah, mataku berbinar. kuletakkan hatiku di sebuah piring bergambar daun kering, kuletakkan tepat dipusat piring, tidak kurang tidak lebih. sengaja kusiapkan untukmu, untukmu yang berjanji singgah di ujung senja. sepiring hati terbelah, kupetik sendiri dari pohon tubuhku dan segelas lemon tea hangat, disebuah meja panjang teras rumahku, dekat pagar besi yang angkuh.
aku menunggumu, disini.. di sebaris kursi dan meja panjang yang agak miring, tapi masih cukup kuat untuk kita berdua. semoga kau suka. aku ingin membuatmu selalu mengenang pertemuan senja ini, sebongkah hati terbelah dan segarnya lemon tea hangat berbias jingga langit.
senja kian menua, sebentar lagi gelap. kau belum datang. aku panik, lemon tea itu mulai mendingin,padahal aku tau kau sangat menyukai lemon tea hangat, bukan panas bukan dingin.
samar kudengar tapak kaki mendekat, kau sudah datang rupanya...duduk perlahan disampingku. belum sampai ku tawarkan sepiring hati terbelah dan segelas lemon tea , kau berkata ' hatiku pun telah terserak di sepanjang jalan' lalu kau beranjak, meninggalkan kursi,meninggalkan aku meninggalkan sepiring hati terbelah dan segelas lemon tea yang mulai dingin.
Senin, 09 Juni 2008
...
harum bunga pinus sudah mulai kulupakan
kelopak tegaknya sudah lama tak kutemui
dimana muaramu
tempatmu berteduh
bersandar
kelopak tegaknya sudah lama tak kutemui
dimana muaramu
tempatmu berteduh
bersandar
Sabtu, 24 Mei 2008
Langganan:
Postingan (Atom)